Minggu, 27 September 2020

SEJARAH KABUPATEN INDRAMAYU

Oleh Dr. Purwadi, M.Hum.

Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA

A. Asal Usul Nama Indramayu

Nama Indramayu berasal dari bahasa Sansekerta, Indra dan Ayu. Indra bermakna raja, tinggi, luhur, besar, mulia, agung, utama. Ayu atau hayu berarti selamat, lulus, lancar, sempurna, cantik, elok, indah, bagus, baik, bajik. Dengan demikian Indramayu dapat diberi arti sebuah cita-cita besar demi memperoleh suasana yang baik dan indah.

Pendapat demikian disampaikan oleh Raden Arya Wiralodra pada tanggal 7 Oktober 1527. Pidato penobatan Bupati Indramayu disaksikan oleh segenap tamu undangan. Berkenan hadir Kanjeng Sunan Gunung Jati mewakili keluarga Kasultanan Cirebon. Beliau memberi orasi berkenaan dengan konsep kepemimpinan yang berakar dari kearifan lokal. Sedapat-dapatnya seorang pimpinan Indramayu mesti sering turun ke bawah. Pemimpin harus menyatu dengan rakyat.

Kasultanan Banten diwakili oleh Sultan Hasanudin Al Bantani. Ibunda Raden Arya Wiralodra berasal dari Banten yang bernama Siti Khalifah. Rombongan dari Banten menyumbang tim seni rampak bedug. Untuk tamu dari Banten dilayani oleh warga Anjatan, Arahan, Balongan, Bangodua, Bongas, Cantigi. Mereka bertugas untuk membantu pagelaran seni budaya dan pameran.

Undangan dari Kasultanan Demak Bintara dilayani oleh warga Cikedung, Gabuswetan, Gantas, Haurgeulis, Jatibarang, Kedokan, Juntinyuat, Kandanghaur, Kroya, Karangampel. Mereka melayani Sultan Trenggana, raja Demak yang membawa tim bupati bang wetan. Turut rombongan Sultan Trenggana, yaitu Sunan Prawata, Ratu Kalinyamat, Ratu Mas, Ratu Cempaka, Jaka Tingkir. Sebagai penasihat rombongan Demak yakni Sunan Kalijaga.

Bidang logistik dan angkutan diserahkan pada warga Krangkeng, Lelea, Lohbener, Losarang, Pasekan, Patrol, Sindang, Sliyeg, Sukra, Suka Gumiwang, Tukdana, Terisi, Widasari. Kerja mereka didukung penuh oleh rakyat Indramayu. Penobatan bupati kali ini akan menambah wibawa dan kesejahteraan masyarakat.

Pasar malam dan gelar seni budaya rakyat diselenggarakan pada tanggal 5 – 10 Oktober 1527. Tiap sudut kota dijadikan ruang panggung pentas. Jadwal pentas disusun rapi. Semua paguyuban seni mendapat giliran sesuai dengan nomor undian. Secara berurutan ditampilkan tari topeng, wayang kulit, sintren, tarling, genjring, sandiwara, berokan. Penonton mendapat hiburan yang segar.

Sebelah panggung hiburan terdapat pameran batik tulis Paoman, Pabean Udik, Terusan, Sendang. Pameran ini dilengkapi dengan kerajinan bordir yang berasal dari Sukawera, Kertasemaya, Jatibarang. Motif bordir Indramayu terdiri dari motif seruni, tapak kebo, bunga tulip, lingkungan. Pameran ini mendapat perhatian serius dari tamu undangan.

Suguhan buat tamu undangan mengalir deras. Para koki terpilih dari Indramayu bekerja keras. Mereka menyajikan menu yang bervariasi. Ada pedesan daging itik, bubur ayam, bubur soto, rumbah, urab, pecel, rujak, lontong, mie, kerupuk. Menu-menu yang lezat tersedia berlimpah ruah.

Untuk jajanan tersedia nagasari, pipis, koci, keripik, bubur, rambak cecek, krupuk udang, cimplo, dodolmangga. Panitia memang menyediakan dapur umum. Persiapan panitia memang matang dan rapi. Upacara peresmian kabupaten Indramayu berjalan sukses, lancar dan menggembirakan.
Kabupaten di bawah kepemimpinan Radena Arya Wiralodra mengalami masa yang menyenangkan. Beliau berhasil memberi harapan, agar rakyat bersatu padu. Mereka siap bekerja keras, disiplin, jujur, tak kenal lelah demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Pengangkatan Raden Arya Wiralodra sebagai Bupati Indramayu memang layak sekali. Beliau masih keturunan Prabu Siliwangi, raja Pajajaran. Dari garis ibu, beliau punya hubungan darah dengan Kasultanan Banten dan Kasultanan Cirebon. Kemampuan, kecakapan, keluhuran, kejujuran, keramahan Raden Arya Wiralodra cukup teruji. Masyarakat Indramayu ibarat mendapat durian runtuh.


B. Perkembangan Kabupaten Indramayu dalam Lintasan Sejarah Agung

Indramayu pada masa pemerintahan Raden Adipati Arya Wirapradipta I menjadi pendukung kesadaran maritim. Pada tahun 1657 dilakukan pelatihan ketrampilan kelautan. Berkenan sebagai pembicara utama yaitu Sri Susuhunan Amangkurat Agung. Pelatihan ketrampilan kelautan bertempat di Slawi Kabupaten Tegal. Materi yang dipelajari meliputi manajemen pelabuhan, sistem transportasi kapal, perikanan dan marketing hasil laut.

Pengolahan sumber daya migas dilakukan pada tahun 1693. Bupati Indramayu dijabat oleh Raden Arya Wirapradipta II. Beliau merintis pengolahan kilang minyak Balongan. Hasil dari pengolahan kilang minyak ini digunakan untuk membangun lembaga pendidikan, membayar pegawai sosial dan memugar pendapa kabupaten. Pemasukan kas kabupaten demi kemakmuran rakyat Indramayu.

Kerjasama dengan Pangeran Pekik, Bupati Surabaya dalam rangka marketing hasil pengolahan kilang minyak. Arya Wirapradipta III memiliki jaringan luas dengan para penguasa pesisir, Jawa Timur dan Madura. Beliau kerap belajar tentang seluk beluk migas di Kabupaten Sumenep Madura.

Bidang agrobis mendapat perhatian dari Raden Arya Wirapradipta III. Pada tahun 1718 beliau mengembangkan potensi mangga gedong gincu. Budidaya mangga lebih lanjut dibuat lebih kreatif. Maka muncul oleh-oleh dodol mangga, keripik mangga dan buah mangga. Orang sudah mengenal kualitas Indramayu dengan buah mangga khas. Sepanjang jalan di Indramayu dengan mudah dijumpai oleh-oleh mangga.

Raden Arya Wiraprabawa II pada tahun 1821 pernah diundang oleh Sinuwun Paku Buwana V. Tim Indramayu diajak untuk mengkaji Serat Centhini. Terutama bagian yang mengulas tentang pegunungan di wilayah Jawa Barat. Sedangkan untuk ibu-ibu pejabat Indramayu diberi kesempatan untuk belajar batik di Laweyan Surakarta. Mereka belajar motif batik parang sarpa, sidomukti, truntum, sidamulya, condrokusuma, semen, sekar tanjung, wirasat, wora wari, garuda, ceplok sriwedari, gebang, sekar jagat, gandasuli, udan riris.

Kepemimpinan Raden Arya Wiraprabawa III terjadi tahun 1830 – 1853. Beliau gemar membaca kitab-kitab klasik. Pernah mengundang Raden Ngabehi Ranggawarsita pada tahun 1844. Pelatihan penulisan sastra, sejarah dan kesenian untuk meningkatkan mutu kepribadian di kalangan generasi muda. Kitab Pustaka Raja Purwa, Witaradya, Cemporet menjadi bahan kajian yang sangat menarik. Sebagian cerita ini diterjemahkan dalam bahasa Sunda.

Warga Ciwado, Cikawung, Terisi Indramayu pernah diajak ke kawan kebun teh. Tempatnya di Pagilaran Batang. Dari pelatihan ini dilanjutkan ke daerah Candi Ampel Boyolali untuk belajar teh di lereng gunung Merbabu. Pesertanya dari wilayah Sanca Gantar. Kegiatan ini dipelopori Bupati Indramayu Raden Arya Wiradibrata I pada tahun 1880. Budidaya tanaman agribis menjadi jatah warga perbukitan.

Teknologi transportasi massal dikenalkan oleh Raden Arya Purbadi Nagara I. Beliau meresmikan jalan dan stasiun kereta api pada tanggal 8 Juni 1912. Masyarakat sangat berbahagia. Kabupaten Indramayu memiliki jaringan kereta api ke seluruh pulau Jawa. Roda perekonomian, perdagangan, barang dan jasa menjadi mudah bergerak. Masyarakat Indramayu semakin makmur gembira. Produk-produk Indramayu menyebar ke seluruh pelosok nusantara. Pusat perekonomian di wilayah Jatibarang, Haurgeulis, Patrol, Terisi, Karangampel beruntung besar.

Tokoh Indramayu yang aktif dalam lapangan kebudayaan bernama Raden Adipati Arya Sosrowardjoyo. Beliau menjabat Bupati Indramayu tahun 1917 – 1932. Beliau kerap berdiskusi dengan Abdul Muis, Merari Siregar, Marah Rusli, AT Sutan Pamuncak. Sastrawan angkatan Balai Pustaka ini sering diundang untuk membahas strategi budaya nusantara.

Buku-buku terbitan Balai Pustaka seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Salah Pilih mengisi ruang perpustakaan Indramayu. Setiap tanggal 7 Oktober diadakan lomba membaca roman terbitan Balai Pustaka. Bupati Arya Sosrowardjoyo memberi hadiah uang dan biaya darma wisata. Bupati Indramayu ini terkenal sebagai pemimpin yang gemar membaca karya sastra.

Pada tanggal 7 Oktober 1931 Sutan takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, Sanusi Pane, Armyn Pane mengadakan seminar sastra bahasa di Indramayu. Peserta terdiri dari guru, demang, wedana, seniman dan budayawan. Tema seminar kala itu tentang kedudukan bahasa Melayu dalam pergaulan bangsa. Hari jadi kabupaten Indramayu diperingati dengan seminar.

Raden Adipati Arya Moch Sudiono memimpin Indramayu tahun 1932 – 1944. Beliau berjasa membangun kompleks kraton kabupaten dengan bahan kayu jati. Berkat kedekatan dengan Patih Sosrodiningrat dari Karaton Surakarta Hadiningrat, Bupati Indramayu mendapat sumbangan kayu jati dengan kualitas tinggi. Kayu jati dari Cepu dibeli dengan harga yang murah. Bahkan sebagian atas sumbangan RMAA Wuryaningrat, seorang bangsawan yang bermurah hati. Baik Sosrodiningrat dan Wuryaningrat kelak aktif dalam perjuangan BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Bupati Indramayu selanjutnya dijabat oleh Dr. Raden Murdjani tahun 1944 – 1946. Setelah bertugas sehari-hari sebagai pimpinan birokrasi, Dr. Raden Murdjani praktek medis buat rakyat. Semua serba gratis. Setiap hari keluar masuk kampung untuk melayani pengobatan. Bahkan datang ke pelosok pedesaan untuk menolong warga yang tidak mampu. Semua atas biaya sendiri. Alangkah mulia budi pekerti Bupati Indramayu. Jasa beliau akan dikenang sepanjang jaman. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama harum.


C. Para Bupati Indramayu yang Memegang Teguh Ajaran Ayu – Hayu - Rahayu

1. Raden Adipati Arya Wiralodra I 1527 - 1549

2. Raden Adipati Arya Wiralodra II 1549 - 1570

3. Raden Adipati Arya Wiralodra III 1570 - 1592

4. Raden Adipati Arya Wiralodra IV 1592 - 1612

5. Raden Adipati Arya Wiralodra V 1612 - 1637

6. Raden Adipati Arya Wiralodra VI 1637 - 1654

7. Raden Adipati Arya Wirapradipta I 1654 - 1680

8. Raden Adipati Arya Wirapradipta II 1680 - 1708

9. Raden Adipati Arya Wirapradipta III 1708 - 1724

10. Raden Adipati Arya Wirapradipta IV 1724 - 1742

11. Raden Adipati Arya Wirapradipta V 1742 - 1771

12. Raden Adipati Arya Wiraprabawa I 1771 – 1804

13. Raden Adipati Arya Wiraprabawa II 1804 – 1830

14. Raden Adipati Arya Wiraprabawa III 1830 – 1853

15. Raden Adipati Arya Wiraprabawa IV 1853 – 1879

16. Raden Adipati Arya Wiradibrata I 1879 – 1882

17. Raden Adipati Arya Wiradibrata II 1882 – 1892

18. Raden Adipati Arya Suramanggala 1892 – 1901

19. Raden Adipati Arya Purbadi Negara I 1901 – 1902

20. Raden Adipati Arya Purbadi Negara II 1902 – 1917

21. Raden Sosrowardjoyo 1917 – 1932

22. Raden AA Moch. Soediono 1933 – 1944

23. Dr. Raden Murdjani 1944 – 1946

24. Raden Wiraatmaja 1946 – 1947

25. M.I. Syafiuddin 1947 – 1948

26. Raden Wachyu 1949 – 1950

27. Tikol Al Moch. Ichlas 1950 – 1951

28. Tb. Moch. Cholil 1951 - 1952

29. Raden Djoko Said Prawirawidjojo 1952 – 1956

30. Raden Hasan Surya Satjakusumah 1956 – 1958

31. Raden Firman Ranuwidjoyo 1958

32. Entol Djunaedi Satiawiharja 1958 – 1960

33. H.A. Dasuki 1960 – 1965

34. M. Dirlam Sastromihardjo 1965 – 1973

35. Raden Hadian Suria Adiningrat 1974 – 1975

36. H. A. Djahari, SH 1975 – 1985

37. H. Adang Suryana 1985 – 1990

38. H. Ope Musto fa 1990 – 2000

39. H. Irianto MS. Syafiuddin 2000 – 2010

40. Hj. Anna Sophana 2010 – 2018

41. H. Supendi 2018

42. H. Taufik Hidayat 2018 – 2020
Pemimpin kabupaten Indramayu selalu menjunjung tinggi sifat keluhuran. Mereka menerapkan prinsip yang amat mulia,

Ing ngarsa sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani

Keteladanan para Bupati Indramayu mendorong aparat agar setia berdarma bakti kepada rakyat. Terciptalah suasana manunggaling kawula Gusti. Pemimpin dan rakyat selalu bersatu padu.

Dalam sejarahnya masyarakat Indramayu betul-betul berwatak seperti Batara Indra, perdana menteri Kahyangan Junggring Salaka. Indra merupakan pembesar Suralaya yang berwibawa. Namun nilai kewibawaan Indra digunakan untuk memayu hayuning bawana. Yakni ikut serta dalam mewujudkan perdamaian abadi. Suasana ayu – hayu – rahayu bermuara pada keselamatan lahir batin.

Indramayu yaitu watak Batara Indra sebagai perdana menteri kahyangan untuk menjadikan ayu – hayu – rahayu. Itulah Indramayu yang indah permai, subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Masa depan warga Indramayu semakin jaya sejahtera cemerlang gemilang. Rakyat cukup sandang pangan papan.

Warga Indramayu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sumbang sih warga Indramayu dicatat dengan tinta emas. Kabupaten Indramayu terus mulia lestari, guyub rukun, manunggal bahagia.

Ditulis oleh Dr. Purwadi, M.Hum, 29 Agustus 2020
Jl. Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta, 087864404743

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEJARAH PRABU SILIWANGI

SEJARAH PRABU SILIWANGI.  Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum. Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA Hp: 0878 6440 4347.  A. Berdirinya Istana ...