Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum.
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA
A. Makna Lebak Saat Menjadi Kabupaten
Lebak bermakna lebih bakti. Masyarakat Lebak selalu mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Darma bakti untuk ibu pertiwi merupakan bentuk pengamalan kebangsaan. Semangat gotong royong dan kebersamaan dijunjung tinggi.
Jiwa luhur tersebut diajarkan oleh Pangeran Raden Adipati Suradilaga pada tanggal 2 Desember1813. Beliau adalah Bupati Lebak yang masih keturunan Kasultanan Banten. Leluhurnya adalah penguasa istana kraton Surosowan. Adipati Suradilaga mewarisi bakat kepemimpinan yang agung. Adipati Suradilaga cakap, pintar, trampil, suka menolong, ramah tamah, berwawasan luas.
Hadir dalam upacara pelantikan itu keluarga Kasultanan Cirebon, Kasultanan Palembang, dan Kraton Surakarta Hadiningrat. Utusan kraton Surakarta diwakili oleh Patih Sosrodiningrat II. Pelantikan Bupati Lebak berjalan megah dan mewah.
Masyarakat Lebak meyakini Adipati Suradilaga sebagai pemimpin yang sakti mandraguna. Beliau sering melakukan tapa ngeli di sungai Cibareo, sungai Cisawarna, sungai Cimadur, sungai Cisuih, sungai Cimancak, sungai Cihara, sungai Cipageran, sungai Cilangkahan. Tujuan meditasi dengan tapa ngeli ini agar dirinya menjadi suci lahir batin.
Pada pertengahan bulan Sura tahun 1814 Adipati Suradilaga bertapa di puncak gunung Halimun. Pada awal bulan Sura tahun 1815 beliau melakukan tapa brata di Gunung Endut. Sehari-hari beliau melakukan meditasi dengan mengurangi makan dan tidur. Jadilah beliau pribadi paripurna yang bijaksana.
Pemerintahan Pangeran Raden Adipati Senjaya berlangsung tahun 1819 – 1937. Selama menjadi Bupati Lebak, beliau membenahi bidang pertanian, perkebunan, peternakan. Sandang pangan papan termasuk prioritas program unggulan. Demi kelancaran pertanian, Bupati Lebak menggalakkan pembangunan irigasi. Perkebunan ditingkatkan mutunya dengan penyuluhan. Peternakan diperhatikan dengan pembangunan kandang yang sehat.
Raden Adipati Kertanatanagara menjadi Bupati Lebak tahun 1837 – 1865. Pemikiran kebudayaan maju sekali. Pada tanggal 25 Mei 1941 Raden Ngabehi Ranggawarsita memberi pelatihan penulisan sejarah Tanah Banten. Beliau pernah menulis Pustaka Raja Purwa yang menceritakan kejayaan masa silam. Penulisan sejarah Banteng penting bagi pembinaan generasi muda.
Program peningkatan tanaman komoditas perkebunan dilakukan oleh Tumenggung Prawira Kusumah. Beliau menjabat Bupati Lebak tahun 1865 – 1877. Pada tahun 1812 beliau mengirim pemuda untuk belajar manajemen perkebunan teh di Candi Ampel Boyolali. Perkebunan teh ini berada di lereng gunung Merbabu. Waktu itu teh di Ampel Boyolali terkenal di seluruh dunia.
B. Perkembangan Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak semakin maju dan tertata. Rakyat hidup subur makmur. Tersedia cukup sangan pangan papan. Semua warga hidup bahagia sejahtera. Sehari-hari mereka guyub rukuna, bekerja sama dan saling menghormati. Begitulah tradisi luhur yang sudah berjalan berabad-abad.
Kemajuan kabupaten Lebak dalam bidang transportasi terjadi pada masa pemerintahan Raden Adipati Arya Suta Natadiningrat. Beliau menjabat Bupati Lebak tahun 1881 – 1907. Pada tanggal 1 Oktober 1889 beliau meresmikan stasiun rel kereta api. Dengan beroperasi mode transportasi kereta api maka rakyat lebih bertambah mudah murah. Barang dan jasa berjalan lebih cepat. Kehadiran kereta api lebih bermanfaat.
Perjuangan Bupati Lebak dalam bidang organisasi dilakukan oleh Raden Adipati Suriadiputra. Beliau memerintah tahun 1907 – 1925. Berkat kecakapannya beliau dipercaya untuk menjadi pengurus Budi Utomo cabang Lebak. Raden Adipati Suriadiputra melakukan pengabdian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Rakyat Lebak mendukung sepenuhnya program mulia.
Berkembang karya sastra pada jaman Balai Pustaka menarik perhatian Raden Tumenggung Aria Gandasaputra. Beliau menjadi Bupati Lebak pada tahun 1925 – 1938. Buku-buku terbitan Balai Pustaka dijadikan bahan bacaan rakyat. Roman Siti Nurbaya dijadikan lomba baca tingkat kabupaten. Cerita karya Marah Rusli ini amat digemari oleh masyarakat Lebak. Demikian pula Roman Salah Asuhan karya Abdul Muis, menjadi bahan pendidikan anak.
Bupati Lebak yang memerintah tahun 1938 – 1945 bernama Raden Tumenggung Hardiwinangun. Beliau menjadi kawan akrab Patih Sosrodiningrat kraton Surakarta. selama menjadi anggota BPUPKI Sosrodiningrat kerap berdiskusi dengan Bupati Lebak. Kedua tokoh membahas seluk beluk perkembangan sosial politik.
Peranan masyarakat Lebak sekitar tahun 1945 sungguh besar. Mereka rela berjuang demi nusa bangsa. Keteladanan ini menjadi inspirasi bagi pendidikan karakter.
C. Para Bupati Lebak yang Berbudi Luhur
1. Kanjeng Raden Tumenggung Suradilaga 1813 - 1819
2. Kanjeng Pangeran Raden Adipati Sendjaja 1819 – 1837
3. Kanjeng Raden Adipati Kerta Nata Negara 1837 - 1865
4. Kanjeng Tumenggung Prawira Kusumah 1865 -1877
5. Kanjeng Raden Tumenggung Sutan Angun Angun 1877 - 1881
6. Kanjeng Raden Adipati A. Suta Nataningrat 1881 – 1907
7. Kanjeng Raden Adipati Suriadiputra 1907 – 1925
8. Kanjeng Raden Tumenggung Aria Gondosaputra 1925 – 1938
9. Kanjeng Raden Tumenggung Hardiwinangun 1938 – 1945
10. Kanjeng Raden Denda Kusumah 1945 – 1948
11. Ipik Gandamana 1948 – 1949
12. Tubagus Hasan 1949 – 1950
13. Raden Sudibya 1949 – 1949
14. Raden Holand Sukadiningrat 1949 – 1950
15. Tubagus Suryaatmaja 1950 – 1952
16. Raden Kasum 1952 – 1953
17. Raden Muryani Naatmaja 1953 – 1957
18. Mochammad Saleh 1957 – 1959
19. Iko Jatmiko 1959 – 1960
20. Raden Bidin Suria Gunawan 1960 – 1967
21. Raden A. Hadiwinangun 1967 – 1973
22. Dana Sudharna 1973 – 1983
23. Oman Syachroni 1983 – 1988
24. Endang Suwarna 1988 – 1993
25. Didin Muchjidin 1993 – 1998
26. Mochammad Yas'a Mulyadi 1998 – 2003
27. Mulyadi Jayabaya 2003 – 2013
28. Iti Octavia Jayabaya 2014 – 2019
Para Bupati Lebak selalu memimpin rakyat dengan menggunakan pikiran dan hati. Siang malam bekerja demi kemuliaan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat. Pemimpin Lebak bekerja tanpa pamrih. Mereka mengabdi dengan ketulusan hati.
Rakyat pun berbahagia dan beruntung atas kebijakan para pemimpin. Aparat dan rakyat manunggal dalam melangkahkan kaki. Tujuan bersama diraih dengan kebersamaan, dan kekompakan. Kesusilaan, kebangsaan dan keutamaan menjadi dasar kehidupan. Agama dan budaya berjalan secara selaras serasi seimbang.
Kabupaten Lebak semakin jaya dan makmur. Pada masa depan sukses gemilang diraih oleh segenap warga. Pemimpin dan rakyat saling menguntungkan. Kebahagiaan yang diraih terus berlanjut. Kemakmuran lahir batin tampak semakin cemerlang.
Ditulis oleh Dr. Purwadi, M.Hum; 18 September 2020
Jl. Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta, hp. 087864404347
Tidak ada komentar:
Posting Komentar